Rabu, 18 Maret 2009

Teknologi Informasi dan Komunikasi


Perkenalkan Komputer Sejak Anak Usia Dini


Banyak yang berpendapat bahwa mengenalkan komputer sejak dini itu sangat baik bagi masa depan anak. Tak jarang dari para orang tua sudah membeli komputer di saat anak sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berbagai kalangan juga membahas pentingnya mengenalkan anak sejak dini dengan komputer. Bahkan penerbit buku Andi bekerjasama dengan Kementrian Riset dan Teknologi membuat lomba menulis naskah buku bertema ‘IT for Children’. Namun, di situs yang sama tempat pengumuman lomba (detikinet.com), malah terpajang artikel ‘Jangan Ajarkan Komputer di SD’. Hmm….

Ada yang berpendapat, dengan memperkenalkan komputer sejak dini, maka daya kreativitas anak akan meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya software-software yang melatih daya pikir, imajinasi, dan kreativitas anak. Namun ada juga yang berpendapt bahwa hal itu tidak seratus persen benar. Memang dengan komputer, daya pikir anak akan meningkat. Namun di ain pihak, ada yang terlupakan, yaitu interaksi dengan orang lain, kehidupan sosial anak akan berkuran.

Selalu ada positif dan negatif dari suatu hal, termasuk dalam mengenalkan komputer kepada anak sejak dini. Diantaranya:

Positif.
1. Anak akan dapat belajar langsung setiap saat, tanpa perlu bertemu dengan guru ataupun datang ke sekolah.
2. Dapat menghemat waktu yang digunakan untuk pembelajaran karena tidak perlu pergi keluar rumah.
3. Anak tidak perlu capek pergi keluar rumah untuk belajar, karena dengan internet maka proses pembelajaran tetap dapat terselenggara.
4. Banyak tersedia materi pembelajaran di komputer, termasuk dari internet.

Negatif.
1. Kehidupan sosial anak akan berkurang, baik dengan guru maupun dengan teman-temannya.
2. Anak akan kehilangan waktu bermain dengan teman-temannya karena hanya cenderung bermain di depan komputer.
3. Anak akan cenderung bersifat individu karena terbiasa belajar sendiri di rumah dengan komputer.
4. Anak belum mampu berpikir logis terhadap keadaan sekitarnya.
5. Program ini hanya dapat dilakukan bagi mereka yang termasuk dalam golongan keluarga kaya.
6. Memang, menyegerakan dan menunda adalah hak setiap orang tua terhadap anaknya, karena mereka yang paling tau tentang anak mereka sendiri. Setiap keputusan harus diambil dengan menimbang keadaan dan efek di kemudian hari. Jangan sampai merugikan di kemudian hari.

SUKA, SAYANG dan CINTA


Suka : adalah sisi lain dari perasaan yang menyatakan sesuatu keinginan untuk memiliki.
Contoh : Jika kita melihat jenis warna yang diinginkan oleh kita misal warna merah apapun yang berwarna merah kita pasti ingin memiliki.

Sayang : adalah suatu perasaan yang lebih dalam dari sekedar rasa suka, karena tidak berpikir hanya memiliki tapi juga menjaga dan merawatnya.
Contoh : Jika kita memiliki suatu benda atau apapun ( binatang ataupun manusia ) karena kita menyayangi kita pasti menjaga dan merawatnya.

Cinta : adalah sisi terdalam dari sebuah hati, dari sekedar rasa suka dan sayang karena sebuah perasaan yang datang bukan hanya sepihak melainkan dari dua pihak yang saling memahami. 

Ada ga sih kekurangannya..??? so pasti ada sesuatu yang di dunia ini pasti ada kekurangannya…..

Suka : Kita mungkin hanya ingin sekedar memiliki tetapi setelah itu kita tidak bisa menjaganya, karena sisi egois dari seorang manusia hanya sekedar memiliki.

Sayang : Suatu rasa sayang hanya datang dari sepihak, so orang yang kita sayangi dia bisa saja tidak merasa di sayangi hingga menimbulkan sisi negative yang bisa mengecewakan orang yang menyayangi, Just yang namanya sayang mungkin hanya sepihak.

Cinta : suatu sisi perasaaan dan egoisme yang menjadi satu, dimana suatu rasa sayang yang dia miliki so pasti mendapat respon yang positif dari pihak yang lain, tapi kadang kala hal tersebut meleset yang dapat menimbulkan suatu perselisihan….
So missal yang namanya selingkuh mungkin dia sudah tak merasakan rasa sayang, tapi sisi lain sebuah egoisme kita bahwa dia juga merespon positif, dan hanya sepihak loh yang merasakan suatu rasa egois sebuah cinta..